Ulat
adalah makhluk yang lemah tetapi apa yang terjadi dalam proses pertumbuhannya
perlu dilihat sebagai suatu proses pembelajaran bagi kita yang belum menunjukan
kedewasaan berpikir, bertindak, mengambil keputusan dalam hal menjangkau
sesuatu yang lebih bermakna: Dalam masa
tertentu Ulat tersebut diam/tenang dan bermetamorfosa – dari ulat berubah
menjadi kupu-kupu – dari yang hanya bisa merayap menjadi yang bisa terbang,
dari yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang indah dan dikagumi orang. Jadi
tidaklah salah jika dikatakan bahwa jika orang percaya mau menikmati
sesuatu yang indah , bisa menjangkau sesuatu yang tinggi dan berguna bagi
orang lain maka perlu ada saat-saat dimana kita bisa menahan diri dan tenang,
memperkuat diri dengan hal-hal yang berguna dan baik.
Banyak orang percaya
dewasa ini yang kelihatannya tenang dan
bisa terbang juga (seperti kupu-kupu), tetapi apa yang terjadi adalah mereka
tidak seperti kupu-kupu yang memperlihatkan keindahannya di siang hari – sebaliknya
seperti kelelawar yang tidur
disiang hari dan terbang dimalam hari untuk mencari makan. Disaat semua
sedang tenang, sedang merenung, sedang berdoa, sedang mempersiapkan segalanya
untuk menjemput besok – tetapi dia sedang makan, makan, dan terus makan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar