Pepatah India Kuno : "Saya akan terus-menerus mengeluh karena tidak mempunyai sandal, sampai berjumpa dengan orang yang tidak mempunyai kaki"
Berbagai tantangan, kebutuhan, dan harapan setiap orang tentunya berpapasan dengan perubahan yang terjadi seiring perkembangan zaman.
Bagaimana dengan keinginan untuk memiliki sesuatu ? Katakan saja bahwa setiap saat ada saja orang yang mengeluh;
Dewasa ini "Roh Ketamakan" sering menggiring orang untuk lebih menghargai wujud berkat atau materi ketimbang "Sumber Berkat itu sendiri".
Orang Percaya adalah kita yang seharusnya tidak membiarkan diri dikuasai kekuatiran
Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia ?
Karena itu berhentilah mengeluh karena tidak mempunyai ini dan itu sebab dibalik penderitaan yang sedang kita rasakan menuntut sebuah perjuangan untuk menantangnya sambil bersyukur dengan mata yang tertuju kepada setiap kenyataan hidup yang sedang terjadi disekitar kita bahwa ternyata ada orang lain yang lebih menderita dari kita tetapi mereka tetap berjuang untuk mempertahankan hidupnya.
Jumat, 20 Juli 2012
Rabu, 13 Juni 2012
Pesan Terakhir
Setiap orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya hidup sukses, karena itu tidaklah jarang nasihat, pesan dll yg berguna bagi anak-anak selalu disampaikan - tetapi adakalanya anak-anak mengabaikan pesan orang tua atau bahkan tidak memahaminya !
Berikut ini ada "sebuah cerita" : PESAN TERAKHIR DARI AYAH TERCINTA
Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya: "anak-anakku ada dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan dimasa depan"
Pertama: Jangan pernah menagih piutang kepada siapapun
Kedua: Jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung
Sang anak pun bingung dengan pesan ayahnya,,,, tanpa menjelaskan makna dibalik pesan itu sang ayahpun pergi untuk selamnya.
enam tahun berlalu - sang ibu pun menengok anak bungsunya dengan kondisi bisnis yang sangat memprihatinkan; sang ibu pun bertanya: " wahai anak bungsuku mengapa kondisi bisnismu demikian terpuruk"? Si bungsu menjawab "aku mengikuti pesan ayah sebelum dia meninggal"; saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak pi utang yang tidak dibayar sehingga lama-lama habislah modal saya. Pesan yang kedua "ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taksi".
Kemudian sang ibu pergi ke tempat si sulung,,,,,,kali ini keadaan berbeda jauh, si sulung sukses menjalankan bisnisnya,,,, sang ibu pun bertanya: "wahai si sulung mengapa hidupmu sedemikian beruntung ? Sulung pun menjawab: ini karena aku mengikuti pesan ayah; pesan yang pertama: "saya dilarang menagih piutang kepada siapapun oleh karena itu saya tidak pernah memberikan utang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh" pesan ke dua: "saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dengan motor yang saya punya, selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang sebelum matahari terbenam sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore".
Semoga cerita ini bermanfaat !
Berikut ini ada "sebuah cerita" : PESAN TERAKHIR DARI AYAH TERCINTA
Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya: "anak-anakku ada dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan dimasa depan"
Pertama: Jangan pernah menagih piutang kepada siapapun
Kedua: Jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung
Sang anak pun bingung dengan pesan ayahnya,,,, tanpa menjelaskan makna dibalik pesan itu sang ayahpun pergi untuk selamnya.
enam tahun berlalu - sang ibu pun menengok anak bungsunya dengan kondisi bisnis yang sangat memprihatinkan; sang ibu pun bertanya: " wahai anak bungsuku mengapa kondisi bisnismu demikian terpuruk"? Si bungsu menjawab "aku mengikuti pesan ayah sebelum dia meninggal"; saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak pi utang yang tidak dibayar sehingga lama-lama habislah modal saya. Pesan yang kedua "ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taksi".
Kemudian sang ibu pergi ke tempat si sulung,,,,,,kali ini keadaan berbeda jauh, si sulung sukses menjalankan bisnisnya,,,, sang ibu pun bertanya: "wahai si sulung mengapa hidupmu sedemikian beruntung ? Sulung pun menjawab: ini karena aku mengikuti pesan ayah; pesan yang pertama: "saya dilarang menagih piutang kepada siapapun oleh karena itu saya tidak pernah memberikan utang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh" pesan ke dua: "saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dengan motor yang saya punya, selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang sebelum matahari terbenam sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore".
Semoga cerita ini bermanfaat !
Senin, 21 Mei 2012
BERSYUKUR DI ATAS CADAS
Sang Surya
Menyinari bumi
Panas menyelimuti
diri
Tak mampu
melangkahkan kaki
Ku ukir derita
Di atas cadas yang
mewarnai hidup ini
Oh Tuhan, apa yang
Kau beri
Semuanya baik
bagiku
Oh Yesus Kaulah
Batu Hidup
Diatas Tanah yang
Kau beri
Ku memuliakan-Mu
Di tengah
gersangnya hidup ini, segarkanlah kami.
Kaulah air hidup
Yang dapat
menyelamatkan kami.
By: Pdt. Okterlians Tapilouw,S.Si
(Serili 22-2-2006)
Selasa, 15 Mei 2012
METAMORFOSA !!!
Ulat
adalah makhluk yang lemah tetapi apa yang terjadi dalam proses pertumbuhannya
perlu dilihat sebagai suatu proses pembelajaran bagi kita yang belum menunjukan
kedewasaan berpikir, bertindak, mengambil keputusan dalam hal menjangkau
sesuatu yang lebih bermakna: Dalam masa
tertentu Ulat tersebut diam/tenang dan bermetamorfosa – dari ulat berubah
menjadi kupu-kupu – dari yang hanya bisa merayap menjadi yang bisa terbang,
dari yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang indah dan dikagumi orang. Jadi
tidaklah salah jika dikatakan bahwa jika orang percaya mau menikmati
sesuatu yang indah , bisa menjangkau sesuatu yang tinggi dan berguna bagi
orang lain maka perlu ada saat-saat dimana kita bisa menahan diri dan tenang,
memperkuat diri dengan hal-hal yang berguna dan baik.
Banyak orang percaya
dewasa ini yang kelihatannya tenang dan
bisa terbang juga (seperti kupu-kupu), tetapi apa yang terjadi adalah mereka
tidak seperti kupu-kupu yang memperlihatkan keindahannya di siang hari – sebaliknya
seperti kelelawar yang tidur
disiang hari dan terbang dimalam hari untuk mencari makan. Disaat semua
sedang tenang, sedang merenung, sedang berdoa, sedang mempersiapkan segalanya
untuk menjemput besok – tetapi dia sedang makan, makan, dan terus makan.
Sabtu, 05 Mei 2012
NASIHAT
Bahan Bacaan Alkitab: I Tesalonoka 5:17-22
Bersukacitalah
senantiasa.Tetaplah berdoa.
Mengucap
syukurlah dalam segala hal,
sebab
itulah yang dikehendaki Allah
di
dalam Yesus Kristus bagi kamu (ayat 16-18)
Ada yang pernah mengatakan kepada saya, “orang
belum tentu mendengar nasihat dari kita; karena mereka sedang menilai kita”.
Yang pasti, kita pernah dinasihati, bahkan sejak kecil pun, entah berapa ratus
kali kita dinasihati orang tua. Apapun yang dikatakan orang, kalau itu berupa
nasihat; pasti lebih banyak mengarah kepada yang baik-baik. Tepatnya, banyak sekali harapan yang diinginkan
lewat sebuah nasihat; Tidak bisa disangkal bahwa, mengenai hal ini, terkadang
meskipun telah sering dinasihati – anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun, tetap
melakukan kesalahan, seolah-olah tidak peduli dengan keadaan sekitar; Dilain
sisi, pada saat yang bersamaan, tidak jarang orang yang suka menasihati pun ada
dalam kenyataan yang sama, bahkan lebih buruk. Yang lucunya, saya pernah
melihat orang yang lagi mabuk menasihati saudaranya ha ha ha ha , kira-kira
yang menasihati ingat tidak, apa yang dikatakannya setelah sadar ?
Secara
jujur, diakui bahwa kata-kata nasihat sangat mudah keluar dari mulut kita;
Tanpa melakukan perenungan yang dalam serta doa yang sungguh kepada Tuhan untuk
menerima Roh Kudus menguasai kita; Hal seperti ini, dikatakan karena tidak
kurang dari orang tua yang sering menasihati anak-anak dengan tindakan-tindakan
yang tidak terpuji (“kekerasan”); “Padahal
Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci dari hati nurani
yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas” (1 Tim.1:5)
Sudahkah
dengan tepat, kita menasihati orang dan meraka merasa tersentuh dengan kepedulian
kita terhadap seluruh keberadaannya ! atau jangan-jangan kita malah gagal
menasihati orang lain – sebab kita adalah orang-orang yang kelihatan seperti
penasehat yang tidak lebih baik dari mereka yang pernah melakukan kesalahan !
Paulus
dalam perikop ini, menasihati jemaat-jemaat ditesalonika untuk tetap berdoa
(ayat 16). Berdoa berarti harapan untuk tetap berada di jalan Tuhan bisa
dipertahankan, sebab tanpa doa, kita tidak lebih dari manusia-manusia yang
hidup tanpa arah.
Kita Semua
terpanggil untuk menghadirkan damai bagi Semua orang, dan untuk menjalani
hari-hari hidup ke depan, saling menasihati sangatlah baik dan diperlukan dalam
upaya pencapaian hidup yang lebih berarti. Paulus menasihati jemaat Tesalonika,
karena jati dirinya telah teruji dalam Perjuangan Imannya kepada Yesus Kristus
(Bnd. Flp.2:1)
Nasihat dan
harapan baik, memang bertujuan untuk terciptanya pola hidup yang punya nilai;
tetapi, agar menjadi lebih berarti, kita semua harus memulai segala sesuatu
lewat proses pengujian terlebih dahulu; “Siapa sebenarnya kita; Untuk apa kita
ada di tengah-tengah keluarga, jemaat dan masyarakat ; Dan, sudah sejauh mana kita hidup sesuai
dengan kehendak Tuhan ?”
Sebab sadar atau tidak, kita
yang suka menasihati, sedang dinilai oleh orang lain juga. Bagaimana kalau
orang Kristen yang suka menasihati itu, tidak mempersiapkan diri dengan doa,
malah sebaliknya; salah satunya – menguatkan diri dengan minuman keras – baru bisa
menasihati; saya kira lebih banyak penilaian buruk tentang ini.
Baik atau
buruk keberadaan kita, tetap saja akan menjadi sasaran penilaian orang lain;
sehingga respek atau tidaknya orang lain terhadap kita, tergantung juga dari
penilaian mereka terhadap kita.
Bagi orang
percaya; Tuhan menghendaki kita selalu hidup dalam pengucapan syukur yang
dibarengi dengan perbuatan baik, bukannya kata-kata kosong tanpa bukti.
Apa yang hendak dilakukan
setelah ini ? Dikatakan dalam Mazmur 16:7 “Aku
memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya pada waktu malam hati
nuraniku mengajari aku”. Bukan hanya ketika kita bangun pagi dan
bersiap-siap melakukan aktifitas, atau di siang hari disaat kita sedang
kelelahan mencari nafkah; tetapi malam hari juga Roh Kudus Mengisi Hati Nurani,
menguasai, mempersiapkan, dan mengajari
kita tentang apa yang baik untuk dilakukan dibesok hari. Amin !!!
JANGAN TAKUT
Yesaya 51:6-8
Dengarlah
Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar,hai bangsa yang menyimpan
pengajaranKu
dalam
hatimu ! Janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut
juka dinista oleh mereka (ayat 7)
Semua orang suka jika diperlakukan dengan baik,
benar, adil dan lain-lain yang serba menyenangkan oleh orang lain. Sebaliknya, kenyataan membuktikan bahwa ‘orang’ akan marah
besar jika diperlakukan secara tidak baik oleh orang lain.
Ayat 7
dalam bagian Alkitab ini, mengingatkan kita tentang; pengajaran yang menguatkan di dalam Allah.
Dikatakan bahwa : “Dengarlah Aku, hai
kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam
hatimu ! janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut
jika dinista oleh mereka”.
Firman ini,
ditujukan kepada umat Israel yang sedang menderita dipembuangan; supaya tetap teguh dan tidak menyimpang dari
kehendakNya; dan ketaatan mereka adalah tujuan utama bahwa Tuhan akan berpihak
dan menyelamatkan mereka.
Kita
diminta untuk “mendengar”; Bagi kita yang sudah sering membaca Alkitab; katakan
saja bahwa; kita sudah mengetahui banyak tentang yang benar dari Kebenaran Firman
Allah, tetapi orang Kristen yang baik – bukan cuma sekedar membaca dan
mendengar saja; kita juga dituntut untuk menyimpan pengajaran yang benar itu,
sekaligus memberlakukannya. Itu berarti, yang tidak sesuai dengan pengajaran
dan kehendak Tuhan, tidak boleh dilakukan.
Sungguh
sebuah harapan yang tidak gampang untuk dijalani oleh kita dewasa ini, yang
diterpa dengan berbagai gejolak dan tekanan-tekanan hidup dari berbagai segi
kehidupan.
Sangat
pasti bahwa sebenarnya orang Kristen sudah tahu tentang apa yang benar dan
harus diperjuangkan, namun tidak jarang
- kita yang suka berjuang untuk sebuah kebenaran, seringkali terhisap
juga kedalam ketidakbenaran karena posisi, uang, politik dll.
Fakta
membuktikan bahwa kebanyakan dari orang percaya tidak mampu menahan nistaan,
tetapi ada juga yang suka menerima nistaan lantaran rakus dan “penjilat”; biar
dinista asalkan cepat dapat yang diinginkan; Ada juga yang sekalipun sudah
ketahuan korupsi/mencuri tetapi masih tetap tersenyum – bahkan mungkin ada yang
takut kehilangan jabatan kemudian melindungi kejahatan atasan dll. Mengapa ?
salah satunya adalah karena “mata, hati, dan pikiran” hanya tertuju kepada kepuasan materi (kekayaan) tetapi sayangnya kekayaan
yang dimiliki, diperoleh dari hasil jual diri, manipulasi, pencuri, membodohi.
Kalau sudah begini, jangan katakan bahwa
itu berkat Tuhan. Sebab berkat Tuhan bukan didapat dari perbuatan dosa.
Sampai
disini, kita semua diajak untuk merenungi peringatan yang dikatakan pada ayat 8, bagi yang tidak
melakukan kehendak Tuhan bahwa : “Sebab
ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian, dan gegat akan memakan
mereka seperti memekan kain bulu domba”. (bnd. Yakobus 5:1-6)
Tuhan
memberi kelepasan kepada kita yang menyimpan kebenaran, menyuarakan kebenaran,
melakukan kebenaran dan mau mempertahankannya. Karena itu pula, kita”tidak perlu takut”, malu dan lainnya
yang kurang mendewasakan iman - jika kita dimusuhi dan dijauhi karena
kebenaran.
Bagi orang
percaya inilah konsekuensinya, sebab jadi pengikut Kristus itu sulit. Sampai
disini kita diharuskan untuk memilih mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan.
Karena
kebenaran, “Yesus tidak takut” mengalami penderitaan
sampai mati bagi dunia ini. Pengorbanan seperti inilah yang harus tetap
disuarakan dan dinyatakan dalam keseharian hidup; karena keselamatan dari
pada-Nya akan tetap berlanjut dari generasi ke generasi, sampai Dia datang
kembali.
AMIN !!!
Jumat, 04 Mei 2012
HAWA NAFSU dan KESERAKAHAN
Bahan Bacaan Alkitab: Yakobus 4:1-10
Dari
manakah datangnya sengketa dan pertengkaran diantara kamu ?
Bukankah datangnya
dari hawa nafsumu
yang
saling berjuang di dalam tubuhmu ? (ayat 1)
Ingin dihormati, diakui, punya kuasa tertentu,
kesenangan materi/uang dll; adalah beberapa hal yang senantiasa mengambil
bagian dalam konsekuensi-konsekuensi hidup yang dijalani.
Kenyataannya;
ada yang kaya, ada yang miskin, ada atasan, ada bawahan. Semua orang tentu
berada dalam posisi hidup yang berbeda-beda. Tidaklah salah jika orang percaya
mengejar kesuksesan hidup (rohani maupun Material) – tetapi apapun yang akan
dijalani kedepan, kita Semua diminta untuk juga menilai, kenyataan-kenyataan
hidup yang sering melanda anak-anak Tuhan dewasa ini: Ada banyak orang sukses
digiring ke pengadilan (masuk penjara karena kesuksesan yang diperoleh karena
hasil curian (korupsi), bahkan tidak kurang dari orang percaya yang tidak tahan
melihat orang lain sejahtera – kemudian ingin cepat kaya, cepat miliki ini dan
itu; Baru dapat jabatan tertentu beberapa bulan saja, tetapi deposito di bank
ratusan juta, mobil mewah dan lainnya; Ini tidak beda dengan kayu yang sedang
dilahap rayap (dari luar kelihatan hebat, tetapi sebelah dalamnya rapuh dan
siap ambruk).
Orang
percaya adalah kita yang harus bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan di
dalam dunia ini.
Tidak tahan melihat kelebihan
orang lain lantas kita iri hati, benci, dipenuhi hawa nafsu keserakahan,
kemudian berjuang secara tidak benar; adalah perbuatan di luar Tuhan.
Kita Semua diminta untuk
berjuang dengan benar; Dan berjuang dengan benar itu, harus dilandasi dengan
doa yang benar, dan doa yang benar -
harus pula yang mencerminkan jati diri sebagai anak-anak Tuhan bahwa: Pekerjaan
dan perjuangan yang dijalani adalah cerminan dari doa-doa kita kepadaNya. Dunia
yang sedang kita diami ini, semakin dipenuhi dengan orang-orang yang tidak puas
dengan apa yang saja yang telah diperoleh.
Seberapa
besar keinginan kita untuk menjangkau yang diinginkan – orang percaya
membutuhkan kasih, pengertian dan kebijaksanaan untuk menjawab kasih karuni
Allah. Kerendahan diri sangatlah penting; Dengan kerendahan diri, kita akan
menyadari tentang siapa sebenarnya kita ini, dan apa yang Allah inginkan dalam
hidup kita. Di tegaskan pada ayat 7 dan 8: “Karena
itu, tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu.
Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu
orang-orang berdosa ! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati !
Iblis itu,
sangat pandai – dia suka kalau ada anak-anak Tuhan yang ingin jabatan, ingin
dihormati, ingin diakui atau ingin kesenangan duniawi lainnya dan juga yang
hidupnya tidak jelas.
Sekarang ini, banyak orang
ingin menjabat ini dan itu – karena itu, tidak sedikit yang berjuang masuk calon legislatif, calon bupati/wakil
bupati, calon walikota, atau calon-calon lainnya; Syukur-syukur ke depan
benar-benar mengapdi bagi masyarakat, tetapi jika untuk “gagah-gagahan”, supaya
terkenal, supaya banyak uang,,,,,, lama kelamaan akan berubah menjadi “setan-setan
kecil”. Iblis suka memperhatikan orang yang seperti itu, iblis bahkan sangat
merasa puas jika usulnya di terima (ingat Hawa), apalagi korupsi, kolusi dan
nepotisme, bahkan niat untuk melengserkan teman sendiri dari jabatan tertentu;
Jangan lupa bahwa iblis sudah gagal, dan jika kita seperti itu, kita juga pasti
gagal, atau jika memperoleh yang diinginkan –“ tidak akan mendatangkan berkat”.
Kita perlu
lebih awal datang kepada Tuhan yang menghidupi hidup ini. Dia dapat
menyingkirkan penghalang-penghalang yang kita ciptakan, atau yang dibuat orang
lain. Dia adalah Allah, yang sanggup membuka mata hati kita untuk bersikap
lebih baik dan kreatif dalam berjuang. Kebijaksanaan kita untuk menjawab setiap
Kasih Karunia Allah, memungkinkan kita berpaling dari bujukan iblis yang
menggiurkan; Pengalaman mengalami kesulitan dan penderitaan bagi orang percaya,
adalah jalan untuk mempertemukan kita dengan Yesus yang tersalib, dan dari
sinilah kita memulai hidup yang berpengharapan, hidup yang bisa menjangkau
orang lain, dalam kasih, pengertian, kerendahan, kesabaran dan rela berkorban.
SEMOGA !!!
Langganan:
Postingan (Atom)

