Jumat, 20 Juli 2012

MENGELUH !!!

Pepatah India Kuno : "Saya akan terus-menerus mengeluh karena tidak mempunyai sandal, sampai berjumpa dengan orang yang tidak mempunyai kaki"


Berbagai tantangan, kebutuhan, dan harapan setiap orang tentunya berpapasan dengan perubahan yang terjadi seiring perkembangan zaman.

Bagaimana dengan keinginan untuk memiliki sesuatu ? Katakan saja bahwa  setiap saat ada saja orang yang mengeluh;
Dewasa ini "Roh Ketamakan" sering menggiring orang untuk lebih menghargai wujud berkat atau materi ketimbang "Sumber Berkat itu sendiri".

Orang Percaya adalah kita yang seharusnya tidak membiarkan diri dikuasai kekuatiran

Roma 8:32 "Ia, yang tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimana mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia ?


Karena itu berhentilah mengeluh karena tidak mempunyai ini dan itu sebab dibalik penderitaan yang sedang kita rasakan menuntut sebuah perjuangan untuk menantangnya sambil bersyukur dengan mata yang tertuju kepada setiap kenyataan hidup yang sedang terjadi disekitar kita bahwa ternyata ada orang lain yang lebih menderita dari kita tetapi mereka tetap berjuang untuk mempertahankan hidupnya.

Rabu, 13 Juni 2012

Pesan Terakhir

Setiap orang tua tentunya menginginkan anak-anaknya hidup sukses, karena itu tidaklah jarang nasihat, pesan dll yg berguna bagi anak-anak selalu disampaikan - tetapi adakalanya anak-anak mengabaikan pesan orang tua atau bahkan tidak memahaminya !

Berikut ini ada "sebuah cerita" : PESAN TERAKHIR DARI AYAH TERCINTA


Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya: "anak-anakku ada dua pesan penting yang ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan dimasa depan"


Pertama: Jangan pernah menagih piutang kepada siapapun
Kedua: Jangan pernah tubuhmu terkena terik sinar matahari secara langsung


Sang anak pun bingung dengan pesan ayahnya,,,, tanpa menjelaskan makna dibalik pesan itu sang ayahpun pergi untuk selamnya.

enam tahun berlalu - sang ibu pun menengok anak bungsunya dengan kondisi bisnis yang sangat memprihatinkan; sang ibu pun bertanya: " wahai anak bungsuku mengapa kondisi bisnismu demikian terpuruk"? Si bungsu menjawab "aku mengikuti pesan ayah sebelum dia meninggal"; saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak pi utang yang tidak dibayar sehingga lama-lama habislah modal saya. Pesan yang kedua "ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taksi".


Kemudian sang ibu pergi ke tempat si sulung,,,,,,kali ini keadaan berbeda jauh, si sulung sukses menjalankan bisnisnya,,,, sang ibu pun bertanya: "wahai si sulung mengapa hidupmu sedemikian beruntung ? Sulung pun menjawab: ini karena aku mengikuti pesan ayah; pesan yang pertama: "saya dilarang menagih piutang kepada siapapun oleh karena itu saya tidak pernah memberikan utang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh" pesan ke dua: "saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dengan motor yang saya punya, selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang sebelum matahari terbenam sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore".

Semoga cerita ini bermanfaat !




 

Senin, 21 Mei 2012

BERSYUKUR DI ATAS CADAS




Merenungi keberadaan diri, bersyukur dan bernyanyi memuji Tuhan yang berkuasa atas hidup ini

Sang Surya Menyinari bumi
Panas menyelimuti diri
Tak mampu melangkahkan kaki

Ku ukir derita
Di atas cadas yang mewarnai hidup ini

Oh Tuhan, apa yang Kau beri
Semuanya baik bagiku

Oh Yesus Kaulah Batu Hidup
Diatas Tanah yang Kau beri
 Ku memuliakan-Mu

Di tengah gersangnya hidup ini, segarkanlah kami.
Kaulah air hidup
Yang dapat menyelamatkan kami.

By: Pdt. Okterlians Tapilouw,S.Si
(Serili 22-2-2006)

Selasa, 15 Mei 2012

METAMORFOSA !!!

Ulat adalah makhluk yang lemah tetapi apa yang terjadi dalam proses pertumbuhannya perlu dilihat sebagai suatu proses pembelajaran bagi kita yang belum menunjukan kedewasaan berpikir, bertindak, mengambil keputusan dalam hal menjangkau sesuatu yang lebih bermakna: Dalam masa tertentu Ulat tersebut diam/tenang dan bermetamorfosa – dari ulat berubah menjadi kupu-kupu – dari yang hanya bisa merayap menjadi yang bisa terbang, dari yang biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang indah dan dikagumi orang. Jadi tidaklah salah jika dikatakan bahwa jika orang percaya mau menikmati sesuatu yang indah , bisa menjangkau sesuatu yang tinggi dan berguna bagi orang lain maka perlu ada saat-saat dimana kita bisa menahan diri dan tenang, memperkuat diri dengan hal-hal yang berguna dan baik.
Banyak orang percaya dewasa ini yang  kelihatannya tenang dan bisa terbang juga (seperti kupu-kupu), tetapi apa yang terjadi adalah mereka tidak seperti kupu-kupu yang memperlihatkan keindahannya di siang hari –  sebaliknya   seperti kelelawar yang tidur disiang hari dan terbang dimalam hari untuk mencari makan. Disaat semua sedang tenang, sedang merenung, sedang berdoa, sedang mempersiapkan segalanya untuk menjemput besok – tetapi dia sedang makan, makan, dan terus makan.  

Sabtu, 05 Mei 2012

NASIHAT


Bahan Bacaan Alkitab: I Tesalonoka 5:17-22
Bersukacitalah senantiasa.Tetaplah berdoa.
Mengucap syukurlah dalam segala hal,
sebab itulah yang dikehendaki Allah
di dalam Yesus Kristus bagi kamu (ayat 16-18)
Ada yang pernah mengatakan kepada saya, “orang belum tentu mendengar nasihat dari kita; karena mereka sedang menilai kita”. Yang pasti, kita pernah dinasihati, bahkan sejak kecil pun, entah berapa ratus kali kita dinasihati orang tua. Apapun yang dikatakan orang, kalau itu berupa nasihat; pasti lebih banyak mengarah kepada yang baik-baik.  Tepatnya, banyak sekali harapan yang diinginkan lewat sebuah nasihat; Tidak bisa disangkal bahwa, mengenai hal ini, terkadang meskipun telah sering dinasihati – anak-anak bahkan orang dewasa sekalipun, tetap melakukan kesalahan, seolah-olah tidak peduli dengan keadaan sekitar; Dilain sisi, pada saat yang bersamaan, tidak jarang orang yang suka menasihati pun ada dalam kenyataan yang sama, bahkan lebih buruk. Yang lucunya, saya pernah melihat orang yang lagi mabuk menasihati saudaranya ha ha ha ha , kira-kira yang menasihati ingat tidak, apa yang dikatakannya setelah sadar ?
Secara jujur, diakui bahwa kata-kata nasihat sangat mudah keluar dari mulut kita; Tanpa melakukan perenungan yang dalam serta doa yang sungguh kepada Tuhan untuk menerima Roh Kudus menguasai kita; Hal seperti ini, dikatakan karena tidak kurang dari orang tua yang sering menasihati anak-anak dengan tindakan-tindakan yang tidak terpuji (“kekerasan”); “Padahal Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas” (1 Tim.1:5)
Sudahkah dengan tepat, kita menasihati orang dan meraka merasa tersentuh dengan kepedulian kita terhadap seluruh keberadaannya ! atau jangan-jangan kita malah gagal menasihati orang lain – sebab kita adalah orang-orang yang kelihatan seperti penasehat yang tidak lebih baik dari mereka yang pernah melakukan kesalahan !
Paulus dalam perikop ini, menasihati jemaat-jemaat ditesalonika untuk tetap berdoa (ayat 16). Berdoa berarti harapan untuk tetap berada di jalan Tuhan bisa dipertahankan, sebab tanpa doa, kita tidak lebih dari manusia-manusia yang hidup tanpa arah.
Kita Semua terpanggil untuk menghadirkan damai bagi Semua orang, dan untuk menjalani hari-hari hidup ke depan, saling menasihati sangatlah baik dan diperlukan dalam upaya pencapaian hidup yang lebih berarti. Paulus menasihati jemaat Tesalonika, karena jati dirinya telah teruji dalam Perjuangan Imannya kepada Yesus Kristus (Bnd. Flp.2:1)
Nasihat dan harapan baik, memang bertujuan untuk terciptanya pola hidup yang punya nilai; tetapi, agar menjadi lebih berarti, kita semua harus memulai segala sesuatu lewat proses pengujian terlebih dahulu; “Siapa sebenarnya kita; Untuk apa kita ada di tengah-tengah keluarga, jemaat dan masyarakat ;  Dan, sudah sejauh mana kita hidup sesuai dengan kehendak Tuhan ?”
Sebab sadar atau tidak, kita yang suka menasihati, sedang dinilai oleh orang lain juga. Bagaimana kalau orang Kristen yang suka menasihati itu, tidak mempersiapkan diri dengan doa, malah sebaliknya; salah satunya –  menguatkan diri dengan minuman keras – baru bisa menasihati; saya kira lebih banyak penilaian buruk tentang ini.
Baik atau buruk keberadaan kita, tetap saja akan menjadi sasaran penilaian orang lain; sehingga respek atau tidaknya orang lain terhadap kita, tergantung juga dari penilaian mereka terhadap kita.
Bagi orang percaya; Tuhan menghendaki kita selalu hidup dalam pengucapan syukur yang dibarengi dengan perbuatan baik, bukannya kata-kata kosong tanpa bukti.    
Apa yang hendak dilakukan setelah ini ? Dikatakan dalam Mazmur 16:7 “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku”. Bukan hanya ketika kita bangun pagi dan bersiap-siap melakukan aktifitas, atau di siang hari disaat kita sedang kelelahan mencari nafkah; tetapi malam hari juga Roh Kudus Mengisi Hati Nurani, menguasai, mempersiapkan,  dan mengajari kita tentang apa yang baik untuk dilakukan dibesok hari. Amin !!!

JANGAN TAKUT


Yesaya 51:6-8
Dengarlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar,hai bangsa yang menyimpan pengajaranKu
dalam hatimu ! Janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut juka dinista oleh mereka (ayat 7)
Semua orang suka jika diperlakukan dengan baik, benar, adil dan lain-lain yang serba menyenangkan oleh orang lain. Sebaliknya,  kenyataan membuktikan bahwa ‘orang’ akan marah besar jika diperlakukan secara tidak baik oleh orang lain.
Ayat 7 dalam bagian Alkitab ini, mengingatkan kita tentang;  pengajaran yang menguatkan di dalam Allah. Dikatakan bahwa : “Dengarlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu ! janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka”.
Firman ini, ditujukan kepada umat Israel yang sedang menderita dipembuangan;   supaya tetap teguh dan tidak menyimpang dari kehendakNya; dan ketaatan mereka adalah tujuan utama bahwa Tuhan akan berpihak dan menyelamatkan mereka.
Kita diminta untuk “mendengar”; Bagi kita yang sudah sering membaca Alkitab; katakan saja bahwa; kita sudah mengetahui banyak tentang yang benar dari Kebenaran Firman Allah, tetapi orang Kristen yang baik – bukan cuma sekedar membaca dan mendengar saja; kita juga dituntut untuk menyimpan pengajaran yang benar itu, sekaligus memberlakukannya. Itu berarti, yang tidak sesuai dengan pengajaran dan kehendak Tuhan, tidak boleh dilakukan.
Sungguh sebuah harapan yang tidak gampang untuk dijalani oleh kita dewasa ini, yang diterpa dengan berbagai gejolak dan tekanan-tekanan hidup dari berbagai segi kehidupan.
Sangat pasti bahwa sebenarnya orang Kristen sudah tahu tentang apa yang benar dan harus diperjuangkan, namun tidak jarang  - kita yang suka berjuang untuk sebuah kebenaran, seringkali terhisap juga kedalam ketidakbenaran karena posisi, uang, politik dll. 
Fakta membuktikan bahwa kebanyakan dari orang percaya tidak mampu menahan nistaan, tetapi ada juga yang suka menerima nistaan lantaran rakus dan “penjilat”; biar dinista asalkan cepat dapat yang diinginkan; Ada juga yang sekalipun sudah ketahuan korupsi/mencuri tetapi masih tetap tersenyum – bahkan mungkin ada yang takut kehilangan jabatan kemudian melindungi kejahatan atasan dll. Mengapa ? salah satunya adalah karena “mata, hati, dan pikiran”  hanya tertuju kepada kepuasan materi (kekayaan) tetapi sayangnya kekayaan yang dimiliki, diperoleh dari hasil jual diri, manipulasi, pencuri, membodohi. Kalau sudah begini, jangan katakan  bahwa itu berkat Tuhan. Sebab berkat Tuhan bukan didapat dari perbuatan dosa.
Sampai disini, kita semua diajak untuk merenungi peringatan yang  dikatakan pada ayat 8, bagi yang tidak melakukan kehendak Tuhan bahwa : “Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian, dan gegat akan memakan mereka seperti memekan kain bulu domba”. (bnd. Yakobus 5:1-6)
Tuhan memberi kelepasan kepada kita yang menyimpan kebenaran, menyuarakan kebenaran, melakukan kebenaran dan mau mempertahankannya. Karena itu pula, kita”tidak perlu takut”, malu dan lainnya yang kurang mendewasakan iman - jika kita dimusuhi dan dijauhi karena kebenaran.
Bagi orang percaya inilah konsekuensinya, sebab jadi pengikut Kristus itu sulit. Sampai disini kita diharuskan untuk memilih mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan.
Karena kebenaran,  “Yesus tidak takut” mengalami penderitaan sampai mati bagi dunia ini. Pengorbanan seperti inilah yang harus tetap disuarakan dan dinyatakan dalam keseharian hidup; karena keselamatan dari pada-Nya akan tetap berlanjut dari generasi ke generasi, sampai Dia datang kembali.
AMIN !!!

 

Jumat, 04 Mei 2012

HAWA NAFSU dan KESERAKAHAN


Bahan Bacaan Alkitab:  Yakobus 4:1-10

Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran diantara kamu ? 
Bukankah datangnya dari hawa nafsumu
yang saling berjuang di dalam tubuhmu ? (ayat 1)
Ingin dihormati, diakui, punya kuasa tertentu, kesenangan materi/uang dll; adalah beberapa hal yang senantiasa mengambil bagian dalam konsekuensi-konsekuensi hidup yang dijalani.
Kenyataannya; ada yang kaya, ada yang miskin, ada atasan, ada bawahan. Semua orang tentu berada dalam posisi hidup yang berbeda-beda. Tidaklah salah jika orang percaya mengejar kesuksesan hidup (rohani maupun Material) – tetapi apapun yang akan dijalani kedepan, kita Semua diminta untuk juga menilai, kenyataan-kenyataan hidup yang sering melanda anak-anak Tuhan dewasa ini: Ada banyak orang sukses digiring ke pengadilan (masuk penjara karena kesuksesan yang diperoleh karena hasil curian (korupsi), bahkan tidak kurang dari orang percaya yang tidak tahan melihat orang lain sejahtera – kemudian ingin cepat kaya, cepat miliki ini dan itu; Baru dapat jabatan tertentu beberapa bulan saja, tetapi deposito di bank ratusan juta, mobil mewah dan lainnya; Ini tidak beda dengan kayu yang sedang dilahap rayap (dari luar kelihatan hebat, tetapi sebelah dalamnya rapuh dan siap ambruk).
Jika kita nonton TV, dan melihat para koruptor yang tertangkap – gayanya memang hebat, meskipun sedang diborgol, tetapi masih bisa tersenyum seperti orang tak bersalah.
Orang percaya adalah kita yang harus bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan di dalam dunia ini.
Tidak tahan melihat kelebihan orang lain lantas kita iri hati, benci, dipenuhi hawa nafsu keserakahan, kemudian berjuang secara tidak benar; adalah perbuatan di luar Tuhan.
Kita Semua diminta untuk berjuang dengan benar; Dan berjuang dengan benar itu, harus dilandasi dengan doa yang benar, dan doa yang benar  - harus pula yang mencerminkan jati diri sebagai anak-anak Tuhan bahwa: Pekerjaan dan perjuangan yang dijalani adalah cerminan dari doa-doa kita kepadaNya. Dunia yang sedang kita diami ini, semakin dipenuhi dengan orang-orang yang tidak puas dengan apa yang saja yang telah diperoleh.
Seberapa besar keinginan kita untuk menjangkau yang diinginkan – orang percaya membutuhkan kasih, pengertian dan kebijaksanaan untuk menjawab kasih karuni Allah. Kerendahan diri sangatlah penting; Dengan kerendahan diri, kita akan menyadari tentang siapa sebenarnya kita ini, dan apa yang Allah inginkan dalam hidup kita. Di tegaskan pada ayat 7 dan 8: “Karena itu, tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu. Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa ! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati !
Iblis itu, sangat pandai – dia suka kalau ada anak-anak Tuhan yang ingin jabatan, ingin dihormati, ingin diakui atau ingin kesenangan duniawi lainnya dan juga yang hidupnya tidak jelas.
Sekarang ini, banyak orang ingin menjabat ini dan itu – karena itu, tidak sedikit yang berjuang  masuk calon legislatif, calon bupati/wakil bupati, calon walikota, atau calon-calon lainnya; Syukur-syukur ke depan benar-benar mengapdi bagi masyarakat, tetapi jika untuk “gagah-gagahan”, supaya terkenal, supaya banyak uang,,,,,, lama kelamaan akan berubah menjadi “setan-setan kecil”. Iblis suka memperhatikan orang yang seperti itu, iblis bahkan sangat merasa puas jika usulnya di terima (ingat Hawa), apalagi korupsi, kolusi dan nepotisme, bahkan niat untuk melengserkan teman sendiri dari jabatan tertentu; Jangan lupa bahwa iblis sudah gagal, dan jika kita seperti itu, kita juga pasti gagal, atau jika memperoleh yang diinginkan –“ tidak akan mendatangkan berkat”.
Kita perlu lebih awal datang kepada Tuhan yang menghidupi hidup ini. Dia dapat menyingkirkan penghalang-penghalang yang kita ciptakan, atau yang dibuat orang lain. Dia adalah Allah, yang sanggup membuka mata hati kita untuk bersikap lebih baik dan kreatif dalam berjuang. Kebijaksanaan kita untuk menjawab setiap Kasih Karunia Allah, memungkinkan kita berpaling dari bujukan iblis yang menggiurkan; Pengalaman mengalami kesulitan dan penderitaan bagi orang percaya, adalah jalan untuk mempertemukan kita dengan Yesus yang tersalib, dan dari sinilah kita memulai hidup yang berpengharapan, hidup yang bisa menjangkau orang lain, dalam kasih, pengertian, kerendahan, kesabaran dan rela berkorban. SEMOGA !!!