Sabtu, 05 Mei 2012

JANGAN TAKUT


Yesaya 51:6-8
Dengarlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar,hai bangsa yang menyimpan pengajaranKu
dalam hatimu ! Janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut juka dinista oleh mereka (ayat 7)
Semua orang suka jika diperlakukan dengan baik, benar, adil dan lain-lain yang serba menyenangkan oleh orang lain. Sebaliknya,  kenyataan membuktikan bahwa ‘orang’ akan marah besar jika diperlakukan secara tidak baik oleh orang lain.
Ayat 7 dalam bagian Alkitab ini, mengingatkan kita tentang;  pengajaran yang menguatkan di dalam Allah. Dikatakan bahwa : “Dengarlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu ! janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka”.
Firman ini, ditujukan kepada umat Israel yang sedang menderita dipembuangan;   supaya tetap teguh dan tidak menyimpang dari kehendakNya; dan ketaatan mereka adalah tujuan utama bahwa Tuhan akan berpihak dan menyelamatkan mereka.
Kita diminta untuk “mendengar”; Bagi kita yang sudah sering membaca Alkitab; katakan saja bahwa; kita sudah mengetahui banyak tentang yang benar dari Kebenaran Firman Allah, tetapi orang Kristen yang baik – bukan cuma sekedar membaca dan mendengar saja; kita juga dituntut untuk menyimpan pengajaran yang benar itu, sekaligus memberlakukannya. Itu berarti, yang tidak sesuai dengan pengajaran dan kehendak Tuhan, tidak boleh dilakukan.
Sungguh sebuah harapan yang tidak gampang untuk dijalani oleh kita dewasa ini, yang diterpa dengan berbagai gejolak dan tekanan-tekanan hidup dari berbagai segi kehidupan.
Sangat pasti bahwa sebenarnya orang Kristen sudah tahu tentang apa yang benar dan harus diperjuangkan, namun tidak jarang  - kita yang suka berjuang untuk sebuah kebenaran, seringkali terhisap juga kedalam ketidakbenaran karena posisi, uang, politik dll. 
Fakta membuktikan bahwa kebanyakan dari orang percaya tidak mampu menahan nistaan, tetapi ada juga yang suka menerima nistaan lantaran rakus dan “penjilat”; biar dinista asalkan cepat dapat yang diinginkan; Ada juga yang sekalipun sudah ketahuan korupsi/mencuri tetapi masih tetap tersenyum – bahkan mungkin ada yang takut kehilangan jabatan kemudian melindungi kejahatan atasan dll. Mengapa ? salah satunya adalah karena “mata, hati, dan pikiran”  hanya tertuju kepada kepuasan materi (kekayaan) tetapi sayangnya kekayaan yang dimiliki, diperoleh dari hasil jual diri, manipulasi, pencuri, membodohi. Kalau sudah begini, jangan katakan  bahwa itu berkat Tuhan. Sebab berkat Tuhan bukan didapat dari perbuatan dosa.
Sampai disini, kita semua diajak untuk merenungi peringatan yang  dikatakan pada ayat 8, bagi yang tidak melakukan kehendak Tuhan bahwa : “Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian, dan gegat akan memakan mereka seperti memekan kain bulu domba”. (bnd. Yakobus 5:1-6)
Tuhan memberi kelepasan kepada kita yang menyimpan kebenaran, menyuarakan kebenaran, melakukan kebenaran dan mau mempertahankannya. Karena itu pula, kita”tidak perlu takut”, malu dan lainnya yang kurang mendewasakan iman - jika kita dimusuhi dan dijauhi karena kebenaran.
Bagi orang percaya inilah konsekuensinya, sebab jadi pengikut Kristus itu sulit. Sampai disini kita diharuskan untuk memilih mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan.
Karena kebenaran,  “Yesus tidak takut” mengalami penderitaan sampai mati bagi dunia ini. Pengorbanan seperti inilah yang harus tetap disuarakan dan dinyatakan dalam keseharian hidup; karena keselamatan dari pada-Nya akan tetap berlanjut dari generasi ke generasi, sampai Dia datang kembali.
AMIN !!!

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar