Yesaya 51:6-8
Dengarlah
Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar,hai bangsa yang menyimpan
pengajaranKu
dalam
hatimu ! Janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut
juka dinista oleh mereka (ayat 7)
Semua orang suka jika diperlakukan dengan baik,
benar, adil dan lain-lain yang serba menyenangkan oleh orang lain. Sebaliknya, kenyataan membuktikan bahwa ‘orang’ akan marah
besar jika diperlakukan secara tidak baik oleh orang lain.
Ayat 7
dalam bagian Alkitab ini, mengingatkan kita tentang; pengajaran yang menguatkan di dalam Allah.
Dikatakan bahwa : “Dengarlah Aku, hai
kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam
hatimu ! janganlah takut jika diabaikan oleh manusia dan janganlah terkejut
jika dinista oleh mereka”.
Firman ini,
ditujukan kepada umat Israel yang sedang menderita dipembuangan; supaya tetap teguh dan tidak menyimpang dari
kehendakNya; dan ketaatan mereka adalah tujuan utama bahwa Tuhan akan berpihak
dan menyelamatkan mereka.
Kita
diminta untuk “mendengar”; Bagi kita yang sudah sering membaca Alkitab; katakan
saja bahwa; kita sudah mengetahui banyak tentang yang benar dari Kebenaran Firman
Allah, tetapi orang Kristen yang baik – bukan cuma sekedar membaca dan
mendengar saja; kita juga dituntut untuk menyimpan pengajaran yang benar itu,
sekaligus memberlakukannya. Itu berarti, yang tidak sesuai dengan pengajaran
dan kehendak Tuhan, tidak boleh dilakukan.
Sungguh
sebuah harapan yang tidak gampang untuk dijalani oleh kita dewasa ini, yang
diterpa dengan berbagai gejolak dan tekanan-tekanan hidup dari berbagai segi
kehidupan.
Sangat
pasti bahwa sebenarnya orang Kristen sudah tahu tentang apa yang benar dan
harus diperjuangkan, namun tidak jarang
- kita yang suka berjuang untuk sebuah kebenaran, seringkali terhisap
juga kedalam ketidakbenaran karena posisi, uang, politik dll.
Fakta
membuktikan bahwa kebanyakan dari orang percaya tidak mampu menahan nistaan,
tetapi ada juga yang suka menerima nistaan lantaran rakus dan “penjilat”; biar
dinista asalkan cepat dapat yang diinginkan; Ada juga yang sekalipun sudah
ketahuan korupsi/mencuri tetapi masih tetap tersenyum – bahkan mungkin ada yang
takut kehilangan jabatan kemudian melindungi kejahatan atasan dll. Mengapa ?
salah satunya adalah karena “mata, hati, dan pikiran” hanya tertuju kepada kepuasan materi (kekayaan) tetapi sayangnya kekayaan
yang dimiliki, diperoleh dari hasil jual diri, manipulasi, pencuri, membodohi.
Kalau sudah begini, jangan katakan bahwa
itu berkat Tuhan. Sebab berkat Tuhan bukan didapat dari perbuatan dosa.
Sampai
disini, kita semua diajak untuk merenungi peringatan yang dikatakan pada ayat 8, bagi yang tidak
melakukan kehendak Tuhan bahwa : “Sebab
ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian, dan gegat akan memakan
mereka seperti memekan kain bulu domba”. (bnd. Yakobus 5:1-6)
Tuhan
memberi kelepasan kepada kita yang menyimpan kebenaran, menyuarakan kebenaran,
melakukan kebenaran dan mau mempertahankannya. Karena itu pula, kita”tidak perlu takut”, malu dan lainnya
yang kurang mendewasakan iman - jika kita dimusuhi dan dijauhi karena
kebenaran.
Bagi orang
percaya inilah konsekuensinya, sebab jadi pengikut Kristus itu sulit. Sampai
disini kita diharuskan untuk memilih mana yang baik dan berkenan kepada Tuhan.
Karena
kebenaran, “Yesus tidak takut” mengalami penderitaan
sampai mati bagi dunia ini. Pengorbanan seperti inilah yang harus tetap
disuarakan dan dinyatakan dalam keseharian hidup; karena keselamatan dari
pada-Nya akan tetap berlanjut dari generasi ke generasi, sampai Dia datang
kembali.
AMIN !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar